0

Contoh Essay 2: Sentralisasi atau Otonomi Daerah(Desentralisasi), Mana yang Lebih Baik untuk Indonesia?

Pendahuluan

            Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang atas segala urusan yang menyangkut pemerintahan kepada tingkat pusat. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah. Bahkan pada zaman kerajaan, pemerintahan kolonial, maupun di zaman kemerdekaan.Istilah sentralisasi sendiri sering digunakan dalam kaitannya dengan kontrol terhadap kekuasaan dan lokasi yang berpusat pada satu titik.

Desentralisasi di bidang pemerintahan adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada satuan organisasi pemerintahan di wilayah untuk meyelenggarakan segenap kepentingan setempat dari sekelompok penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Dengan demikian, prakarsa, wewenang,dan tanggung jawab mengenai urusan yang diserahkan pusat menjadi tanggung jawab daerah , baik mengenai politik pelaksanaannya, perencanaan, dan pelaksanaannya maupun mengenai segi pembiayaannya. Perangkat pelaksananya adalah perangkat daerah itu sendiri.

Desentralisasi dapat dilakukan melalui empat bentuk kegiatan utama, yaitu:

• Dekonsentrasi wewenang administratif

Dekonsentrasi berupa pergeseran volume pekerjaan dari departemen pusat kepada perwakilannya yang ada di daerah tanpa adanya penyerahan atau pelimpahan kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan.

• Delegasi kepada penguasa otoritas

Delegasi adalah pelimpahan pengambilan keputusan dan kewewenangan manajerial untuk melakukan tugas –tugas khusus kepada suatu organisasi yang secara langsung berada di bawah pengawasan pusat.

• Devolusi kepada pemerintah daerah

Devolusi adalah kondisi dimana pemerintah pusat membentuk unit-unit pemerintahan di luar pemerintah pusat dengan menyerahkan sebagian fungsi-fungsi tertentu kepada unit-unit itu untuk dilaksanakan secara mandiri. Devolusi adalah bentuk desentralisasi yang lebih ekstensif untuk merujuk pada situasi di mana pemerintah pusat mentransfer kewenangan kepada pemerintah daerah dalam hal pengambilan keputusan , keuangan dan manajemen.

• Pemindahan fungsi dari pemerintah kepada swasta

Yang di sebut sebagai pemindahan fungsi dari pemerintahan kepada swasta atau privatisasi adalah menyerahkan beberapa otoritas dalam perencanaan dan tanggung jawab admistrasi tertentu kepada organisasi swasta.

Pemecahan Masalah

Menurut saya, yang lebih baik untuk Indonesia adalah Desentralisasi/Otonomi daerah. Karena sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu :

1. Mencegah pemusatan keuangan.

2.Sebagai usaha pendemokrasian Pemerintah Daerah untuk mengikutsertakan rakyat bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

3.Penyusunan program-program untuk perbaikan sosial ekonomi pada tingkat lokal sehingga dapat lebih realistis.

Banyak dampak positif dari desentralisasi. Dari segi ekonomi, sosial budaya, maupun keamanan dan politik. Dari segi ekonomi banyak sekali keuntungan dari penerapan sistem desentralisasi ini dimana pemerintahan daerah akan mudah untuk mengelola sumber daya alam yang dimilikinya, dengan demikian apabila sumber daya alam yang dimiliki telah dikelola secara maksimal maka pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat akan meningkat.

Dengan diterapkannya sistem desentralisasi ini, pemerintahan daerah akan dengan mudah untuk mengembangkan kebudayaan yang dimiliki oleh daerah tersebut. Bahkan kebudayaan tersebut dapat dikembangkan dan di perkenalkan kepada daerah lain. Yang nantinya merupakan salah satu potensi daerah tersebut.

Dengan diadakannya desentralisasi, merupakan suatu upaya untuk mempertahankan kesatuan Negara Indonesia, karena dengan diterapkannya kebijaksanaan ini akan bisa meredam daerah-daerah yang ingin memisahkan diri dengan NKRI, (daerah-daerah yang merasa kurang puas dengan sistem atau apa saja yang menyangkut NKRI).

Dibidang politik, dampak positif yang didapat melalui desentralisasi adalah sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah lebih aktif dalam mengelola daerahnya.

Advertisements
0

Joint Venture, Koperasi dan Yayasan

TUGAS PENGANTAR BISNIS

BENTUK KEGIATAN BISNIS YANG BERKAITAN DENGAN JOINT VENTURE, KOPERASI, DAN YAYASAN

  

OLEH :

ARISTA SEFREEYENI

NIM :

833512351x

KELAS :

AKUNTANSI REGULER A 2012

FAKULTAS EKONOMI

AKUNTANSI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.

Berikut adalah beberapa bentuk kegiatan bisnis yang berhubungan dengan badan usaha :

 1.    Joint Venture/Partnering

Joint venture adalah 2 atau lebih perusahaan yang membentuk partnership atau konsorsium secara temporer/sementara dengan tujuan memanfaatkan peluang. Ada beberapa bentuk joint venture, seperti :

–       Beberapa perusahaan yang membentuk organisasi terpisah dengan pembagian kepemilikan.

–       Cooperative arrangement dalam berbagai bidang, missal: kerjasama penelitian dang pengembangan, distribusi, lintas lisensi, lintas manufaktur, joint-bidding consortia.

Joint venture dan coorperative arrangement semakin banyak di gunakan karena ada beberapa manfaat yang bisa di peroleh oleh perusahaan, misalnya seperti :

–       Memungkinkan perusahaan akan dapat memperbaiki komunikasi dan networking.

–       Memungkinkan perusahaan beroperasi secara global.

–       Dapat meminimumkan resiko.

Menurut Kathryn Rudie Harrigan, menyimpulkan tren makin meningkatnya pemakaian joint venture terutama di sebabkan oleh beberapa factor:

–       Kelangkaan sumber daya dalam lingkungan bisnis global.

–       Semakin cepatnya perubahan teknologi

–       Meningkatnya kebutuhan modal

–       Semakin banyaknya pertanyaan, “joint venture dan coorperative arrangement mana yang lebih cocok?”

–       Semakin banyaknya pertanyaan tentang bagaimana memanage joint venture yang paling efektif.

Dalam pasar global terkait antara internet, joint venture, partnership, dan aliansi, hal-hal tersebut telah mampu membuktikan pertumbuhan perusahaan yang semakin efektif di bandingkan dengan merger dan akuisisi. Beberapa bentuk strategic patnering, meliputi :

–       Outsourching

–       Information sharing

–       Joint marketing

–       Join R & D

Ada banyak contoh aliansi strategic yang sukses, seperti Starbucks melakukan joint venture dengan President Coffee Cina untuk membuka ratusan jaringan Starbucks di Cina. Ingat Cina telah ribuan tahun di kenal sebagai Negara peminum teh, tapi Starbucks telah membangun selera orang Cina atas kopi.

Berikut alasan partnering sebagai alat strategi :

–       Globalisasi.

Contoh : Aqua berhasil memasuki pasar global setelah partner dengan Danone.

–       Teknologi. Melalui internet memungkinkan keterkaitan partner yang semakin luas. Internet telah membuka jalan dan melegitimasi perlunya aliansi sebagai alat untuk pertumbuhan perusahaan.

Walaupun banyak keberhasilan joint venture yang telah di uraikan, akan tetapi ada juga kelemahan joint venture, missal:

–       Manager yang harus berkolaborasi dalam joint venture operasi harian tidak terlibat dalam pembentukan joint venture.

–       Joint venture mungkin bermanfaat bagi perusahaan tetapi belum tentu bermanfaat bagi pelanggan.

–       Joint venture mungkin tidak di dukung seimbang dari setiap pihak yang berpartner, sehingga bermunculan problem baru.

–       Joint venture memungkinkan mulai timbiulnya persaingan antara 1 partner dengan lainnya.

2.    Koperasi

Pengertian koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 ialah bidang usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan semata-mata dan bukan kepada kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa persamaan derajat, dan kesadaran para anggotanya. Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial. Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola. Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah rapat anggota.

Koperasi sebagai badan usaha dapat melakukan kegiatan usahanya sendiri dan dapat juga bekerja sama dengan badan usaha lain, seperti perusahaan swasta maupun perusahaan negara.

Kelebihan Koperasi Yaitu:

  • Prinsip pengelolaan bertujuan memupuk laba untuk kepentingan anggota. Misalnya koperasi pertanian mendirikan pabik pengilingan padi.
  • Anggota koperasi berperan sebagai konsumen dan produsen.
  • Dasar sukarela, orang terhimpun dalam koperasi atau masuk menjadi anggota dengan dasar sukarela.
  • Mengutamakan kepentingan Anggota.

Kekurangan Koperasi Yaitu:

  • Keterbatasan dibidang permodalan.
  • Daya saing lemah.
  • Rendahnya kesaran berkoperasi pada anggota.
  • Kemampuan tenaga professional dalam pengelolaan koperasi.

3.    Yayasan

Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan dalam mencapai tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota. Yayasan dapat mendirikan badan usaha yang kegiatannya sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan.

Yayasan mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Kekayaan yayasan dapat diperoleh dari :

  • Sumbangan/ bantuan yang tidak mengikat
  • Wakaf
  • Hibah
  • Hibah Wasiat
  • Perolehan lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar (AD) dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kelebihan Yayasan adalah membantu masyarakat sosial dengan tidak mencari keuntungan.

Kekurangan Yayasan adalah terbatasnya dana- dana yang di perlukan.

 

Referensi :

  1. Modul 07. Managemen Stratejik, Alat Menjalankan Strategi Korporasi. Oleh Masruroh, SE.ME. Universitas Mercubuana. Jakarta 2008.
  2. http://penabulu.org/2011/09/pengertian-dan-tujuan-koperasi/
  3. http://bloguli.wordpress.com/2010/09/26/kelebihan-kekurangan-koperasi/
  4. http://qidal.wordpress.com/2012/01/09/332/
  5. http://denganinfo.blogspot.com/2011/10/kelebihan-dan-kelemahan-bentuk-bentuk.html